TELAAH EPISTEMOLOGI TERHADAP KITAB MATAN KAILANI KARYA ABUL HASAN ALI BIN HISYAM AL-KAILANI AS-SYAFI’IY
Keywords:
Epistemologi, Matan Kailani, Abul Hasan Ali bin Hisyam al-Kailani as-Syafi’iAbstract
Kitab ini merupakan salah satu rujukan penting dalam ilmu sharf yang banyak dipelajari di kalangan pesantren dan lembaga pendidikan Islam. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji epistemologi kitab Matan Kaylani karya Abi Al-Hasan Ali bin Hisyam Al-Kailani. Penelitian ini menganalisis isi kitab kailani tersebut, sistematika dan metode penyusunannya, sumber dan validitas kitab, serta kontribusi kitab kailani dalam pengembangan ilmu sharf. Pendekatan yang digunakan adalah analisis literatur dengan mengacu pada teori epistemologi klasik dalam tradisi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Matan Kailani pada dasarnya adalah kitab yang mempelajari ilmu shorof, salah satu ilmu yang sangat penting dalam tata bahasa arab. Matan Kailani sebenarnya adalah syarah (penjelasan/ulasan) dari kitab Matan Tashrif Al-Izzy sebagai salah satu kitab Ilmu Shorof. Secara garis besar, Kitab Matn Kailani ini mengulas empat pasal, yaitu: amtsilah min tashrif hadzihil af’al, mudo’af, mu’tal, mahmuz dan bina’ ism makan wa zaman. Sistematika dan metode penyusunan kitab ini disusun dengan pendekatan deduktif dan induktif. Pendekatan deduktif terlihat dari penyajian kaidah-kaidah sharf secara sistematis, sementara pendekatan induktif muncul dari contoh-contoh aplikatif yang diambil dari sumber-sumber otoritatif. Hal ini mempermudah pembelajar untuk memahami kaidah sharf secara praktis. Kitab ini memberikan kontribusi besar dengan mempermudah pembelajaran sharaf, menguatkan hubungan ilmu bahasa dengan teks keislaman, dan menyajikan banyak contoh praktis. Kepopulerannya di lembaga pendidikan Islam menunjukkan bahwa kitab ini efektif dan relevan bagi berbagai tingkat pembelajaran

