REPRODUKSI PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONAL UNTUK KEPENTINGAN EKONOMI DI TASIKMALAYA

(Penelitian Di Pondok Pesantren Al-Wahidiyah)

Authors

  • Dr. H. Mizar Ahmad, MA. UNIK Cipasung Author
  • Pipit Fitriyah UNIK Cipasung Author

Keywords:

Reproduksi Sosial Budaya Pierre Bordieu, reproduksi sosial, pesantren tasawuf, kiai tasawuf, al hikam

Abstract

Dalam era globalisasi dan kemajuan ekonomi, penting untuk memahami bagaimana pendidikan Islam tradisional (Pesantren) dapat berkontribusi pada aspek ekonomi masyarakat sehingga menghasilkan individu yang dilatih untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi. di pondok pesantren ini telah dilakukan studi pendahuluan melalui wawancara kepada sebagian mustami’ bahwa mereka merasa ada perubahan secara fisik, non fisik dan peningkatan ekonomi setelah mengikuti beberapa kali kajian Ilmu Hikam. Dikarenakan penyampaian ajaran Kiai ketika mengkaji kitab Al Hikam bisa dipahami oleh para santri dan Mustami’. Sehingga tidaklah heran selain santri yang menetap. banyak pula para jema’ah yang datang dari luar daerah dan sekitarnya untuk menimba ilmu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran reproduksi Pendidikan Islam tradisional untuk kepentingan ekonomi di Pondok Pesantren Al-Wahidiyah Randegan Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif (field research). Sampel penelitian ini sebanyak 6 orang dengan menggunakan teknik analisis interaktif. Pengumpulan data dengan, wawancara dan observasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai merupakan modal diantara karya dan pemikirannya adalah 1) Islam agama yang sempurna 2) Adab harus lebih dikedepankan daripada keilmuan; 3) Ekonomi yang baik itu tidak dilihat dari segi kuantitas tapi dari segi kualitas yaitu keberkahannya; 4) Kunci dalam kehidupan adalah ketenangan batin yang bisa muncul jika menghadiri pengajian; 5) Liqo’ (pertemuan antar jema’ah); 6) Sholawat dan bacaan do’a. Habitus atau kebiasaan yang sering dilakukan oleh kiai kepada para santri dan jema’ah/mustami’ di pondok pesantren Al-wahidiyah berupa pengajian. Ajaran yang dikembangkan terdiri dari : Akhlak, Hadits, Tafsir, Fikih, Tauhid, Tasawuf, dan alat . Implikasi reproduksi budaya pendidikan Islam tradisional terdapat dua kelompok jema’ah : a) Jema’ah yang meyakini bahwa dengan pengajian Hikam mereka merasakan ketenangan jiwa dan berpengaruh besar terhadap kemajuan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. b) Jema’ah yang hanya meyakini bahwa pengajian berpengaruh pada ketenangan batin tapi tidak berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan keluarga karena ekonomi tersebut tidak berkorelasi besar dengan hasil pengajian.

Downloads

Published

2023-12-21