RELASI MAKNA PADA KITAB QIRAATU RASYIDAH JILID II KARYA ABDUL FATAH SHABRY DAN ALI UMAR DAN NILAI-NILAI PENDIDIKANNYA
Keywords:
Relasi Makna, Qiraatu Rasyidah, Nilai-Nilai PendidikanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi makna sinonim, antonim, dan polisemi dalam Kitab Qira'atu Rasyidah Jilid 2 karya Abdul Fatah Sobri dan Ali Umar melalui pendekatan semantik. Kitab ini merupakan salah satu bahan ajar bahasa Arab yang banyak digunakan di lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk relasi makna tersebut, serta mengungkap nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalamnya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis semantik. Data dikumpulkan melalui teknik studi pustaka dan analisis konten. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi kata-kata yang memiliki relasi makna sinonim, antonim, dan polisemi, kemudian mengkategorikan dan menginterpretasikannya dalam konteks semantik dan nilai-nilai pendidikan Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kitab Qira'atu Rasyidah Jilid 2 mengandung berbagai bentuk relasi makna yang kaya dan beragam. Ditemukan sejumlah pasangan sinonim, beberapa jenis antonim, serta kata-kata berpolisemi yang memiliki makna beragam tergantung konteksnya. Relasi makna sinonim pada kitab qiraatu rasyidah dalam cerita جَزَاءُ الصِّدْقِ terdapat 6 kata sinonim. Dalam cerita al-khuffasy, peneliti mengidentifikasi ada 8 kata sinonim. Pada cerita al-bunnu wa al-qahwah peneliti mengidentifikasi ada 9 kata sinonim. Pada cerita al-andalib peneliti mengidentifikasi ada 7 kata sinonim. Dan pada cerita adab asas an-najah peneliti mengidentifikasi ada 11 kata sinonim. Relasi makna antonim pada kitab qiraatu rasyidah dalam cerita جَزَاءُ الصِّدْقِ terdapat 4 kata antonim. Dalam cerita al-khuffasy, peneliti mengidentifikasi ada 8 kata antonim. Pada cerita al-bunnu wa al-qahwah peneliti mengidentifikasi ada 10 kata antonim. Pada cerita al-andalib peneliti mengidentifikasi ada 13 kata antonim. Dan pada cerita adab asas an-najah peneliti mengidentifikasi ada 11 kata antonim. Relasi makna polisemi pada kitab qiraatu rasyidah dalam cerita جَزَاءُ الصِّدْقِ terdapat 8 kata polisemi. Dalam cerita al-khuffasy, peneliti mengidentifikasi ada 8 kata polisemi. Pada cerita al-bunnu wa al-qahwah peneliti mengidentifikasi ada 3 kata polisemi. Pada cerita al-andalib peneliti mengidentifikasi ada 8 kata polisemi. Dan pada cerita adab asas an-najah peneliti mengidentifikasi ada 5 kata polisemi. Analisis juga mengungkapkan bahwa relasi makna tersebut tidak hanya berfungsi sebagai elemen linguistik, tetapi juga sebagai sarana penyampaian nilai-nilai pendidikan Islam.
Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang relasi makna dalam bahasa Arab. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti peran penting analisis semantik dalam mengungkap nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam teks-teks pembelajaran bahasa Arab.

