MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH
Keywords:
Manajemen sarana dan prasarana, manajemen sekolah, manajemen yayasan, mutu pendidikan madrasahAbstract
Penelitian ini dilatar belakangi Keberhasilan lembaga pendidikan (sekolah) akan sangat bergantung pada manajemen komponen-komponen pendukung pelaksanaan kegiatan seperti kurikulum, peserta didik, pembiayaan, tenaga pelaksana, dan sarana prasarana. Komponen-komponen tersebut merupakan satu kesatuan dalam upaya pencapaian tujuan lembaga pendidikan (sekolah), akan tetapi satu komponen memberikan dukungan bagi komponen lainnya sehingga memberikan konstribusi yang tinggi terhadap pencapaian tujuan lembaga pendidikan (sekolah) tersebut.
Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui manajemen pengembangan sarana dan prasarana yang meliputi : perencanaan, pengadaan, pemeliharaan dan penyimpanan sarana prasarana di MTs Cipasung Tasikmalaya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan menggunakan metode penelitian studi kasus yang dilaksanakan di MTs Cipasung Tasikmalaya dengan teknik pengumpulan data yaitu melakukan wawancara kepada narasumber yang merupakan kepala madrasah dan wakil kepala madrasah sarana prasarana, melakukan observasi yaitu pengambilan data dengan pengamatan secara ke lokasi penelitian, melakukan dokumentasi yaitu pengambilan foto atau gambar di lokasi penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa MTs Cipasung Tasikmalaya dalam manajemen sarana prasarana belum memadai, dikarenakan ada beberapa problematika dalam pengembangan sarana prasarana yaitu kurangnya anggaran, fasilitas yang minim dan hilangnya rasa tanggung jawab warga sekolah. Melakukan perencanaan sarana prasarana dari RAPBM (rencana anggaran pembelajaran madrasah), yang biasa dilakukan atau dibuat setiap bulan juli atau setiap tahun ajaran baru. Adanya pengadaan merupakan otonomi madrasah dengan anggaran tersendiri yang berasal dari dana BOS dan komite, pengadaan di MTs Cipasung Tasikmalaya langsung ke pihak yayasan yang akan menanganinya jadi pihak madrasah hanya terima jadi kecuali untuk pembelajaran langsung membelinya ketoko-toko secara langsung. Dan melakukan pemeliharaan dengan pengecekan secara berkala, pemeliharaan berdasarkan kondisi bangunan agar dapat meningkatkan mutu pendidikan, dan berdasarkan kondisi bangunan dapat ditindak lanjuti dengan perbaikan bangunan dan pengajuan dana kepada yayasan

