MODEL MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER DI PESANTREN CIPASUNG
Keywords:
Manajemen pendidikan karakter, Pesantren Cipasung, Manajemen PesantrenAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi karena keberhasilan siswa dalam pendidikan formal dapat ditunjukkan dari nilai hasil belajar mereka di sekolah khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Dengan pembelajaran yang baik, siswa akan mencapai hasil belajar yang optimal. Hasil Belajar dalam pendidikan merupakan suatu bukti keberhasilan seseorang dalam menempuh proses belajar mengajar yang jelas secara teoritis dan dapat mengamalkan ilmunya sesuai dengan kemempuan yang diperolehnya.Tujuan: model manajemen pendidikan karakter di Pesantren Cipasung. Proses implementasi pendidikan karakter di Pesantren Cipasung. Factor pendukung dan penghambat pendidikan karakter di Pesantren Cipasung. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi hambatan implementadi di pesantren Cipasung. Implikasi model pendidikan karakter terhadap santri. Methods Jenis penelitian ini adalah kualitatif lapangan dengan metode studi kasus, serta teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian: Model manajemen pendidikan karakter yang menjadi acuan pelaksanaan di Pesantren Cipasung (a) Pendalaman ilmu agama dengan melestarikan tradisi-tradisi yang sudah ada sejak dulu, seperti pembelajaran kitab kuning dengan system bandungan dan sorogan (b) Pembiasaan kegiatan Positif seperti sholat berjamaa’ah dan istighosah (c) Pembinaan untuk mematuhi dan menjalankan aturan pondok (d) Dewan guru selalu memberikan teladan yang baik bagi santri (e) Memberikan reward dan punishment. Reward diberikan kepada santri yang berprestasi dan punishment merupakan sangsi bagi santri yang suka melanggar.(f) Mewajibkan santri untuk tinggal dan bermukim di asrama (mondok). Faktor penghambat implementasi pendidikan karakter pada santri di pesantren Cipasung (a) Faktor pendukung: Organisasi pondok yang terorganisir, sarana prasarana yang memadai, lingkungan yang kondusif (b) Faktor penghambat; sifat malas, rasa jenuh, rasa kantuk saat belajar, dan santri sulit diatur. Implikasi terhadap santri pentren Cipasung adanya peningkatan baik secara karakter santri maupun prestasi yang diraih oleh santri.

